HP Indonesia secara resmi menggelar ajang teknologi tahunan mereka bertajuk HP Elevate 2026. Dalam perhelatan ini, perusahaan raksasa teknologi tersebut memamerkan cetak biru masa depan dunia kerja (Future of Work) dengan meluncurkan portofolio komprehensif yang berpusat pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ekosistem terintegrasi yang diperkenalkan mencakup jajaran komputer pribadi bertenaga AI (AI PC), solusi pencetakan cerdas, hingga infrastruktur keamanan siber tingkat korporat. Langkah strategis ini diambil guna menjawab transisi gaya kerja hibrida, di mana pemrosesan AI tidak lagi hanya bergantung pada komputasi awan, melainkan diproses langsung di dalam perangkat (on-device AI).
Momentum peluncuran ini sangat relevan dengan lonjakan tren digitalisasi di Tanah Air. Data menunjukkan adopsi AI oleh pelaku bisnis di Indonesia meroket hingga 47% pada tahun 2025, mencakup sekitar 18 juta perusahaan. Namun, tingginya adopsi ini masih menyisakan tantangan terkait integrasi alur kerja yang efisien dan aman.
President Director HP Indonesia, Juliana Cen, menyoroti bahwa AI kini telah berevolusi dari sekadar wacana masa depan menjadi utilitas harian.
“Di HP, fokus kami adalah membantu organisasi di Indonesia mengadopsi AI secara praktis, aman, dan bermakna. Melalui portofolio perangkat berbasis AI, intelligent workplace solutions, kapabilitas keamanan tepercaya, serta inisiatif digital skilling, kami membantu bisnis mengurangi kompleksitas dan meningkatkan produktivitas,” papar Juliana dalam pidato pembukaannya.
Apa Saja Inovasi “On-Device AI” pada Lini Konsumen dan Kreator?
Untuk mengakomodasi pemrosesan AI lokal yang minim latensi, HP merilis ekosistem cerdas HP IQ yang diintegrasikan ke dalam jajaran PC terbaru mereka. Ekosistem ini memanfaatkan unit pemrosesan neural (Neural Processing Unit/NPU) untuk menjalankan tugas komputasi kompleks tanpa harus selalu terhubung ke internet.
Sektor konsumen, pelajar, dan pembuat konten (creator) mendapatkan pembaruan masif melalui lini HP OmniBook Next Gen AI PC. Perangkat di lini ini diklaim mampu menyentuh performa AI hingga 50 NPU TOPS (Tera Operations Per Second).
Berikut adalah rincian spesifikasi varian terbaru dari lini komputasi produktivitas HP:
Bagaimana Penetrasi AI di Sektor Gaming dan Korporasi?
Gamer kompetitif dan eksekutif bisnis juga tidak luput dari pembaruan perangkat keras yang radikal. Pada sub-merek gaming mereka, HyperX OMEN, HP meluncurkan serangkaian periferal dan mesin gahar yang difokuskan pada responsivitas tingkat tinggi.
-
Laptop OMEN 16 VALORANT Limited Edition: Laptop kolaborasi eksklusif bersama Riot Games. Ditenagai prosesor AMD Ryzen™ 9 9955HX3D dan GPU RTX™ 5070, perangkat ini menyimpan berbagai detail desain easter egg khusus gim Valorant.
-
OMEN 35L Gaming Desktop: Komputer meja moduler kelas atas dengan opsi prosesor Intel® Core™ Ultra 9 285K atau AMD Ryzen™ 9 9900X3D, dikawinkan dengan kartu grafis hingga RTX™ 5080.
-
Periferal HyperX: Termasuk monitor OMEN OLED 34 (Refresh rate 360Hz), TWS Earbuds III/IIIS, mikrofon Flipcast (XLR/USB-C), hingga kontroler tipe leverless bernama Clutch Tachi hasil riset bersama legenda esportsJustin Wong.
Di sektor solusi perusahaan (Enterprise), HP mendesain ulang perangkat keras agar selaras dengan kebutuhan kerja hibrida:
-
Seri EliteBook X G2 (Pemenang CES 2026): Laptop komersial berbobot di bawah 1 kilogram dengan baterai tahan seharian. Tersedia juga varian lipat EliteBook X Flip G2.
-
Seri ProBook 4 G2 & EliteBook 8 G2: Mesin kerja harian untuk usaha kecil menengah (UKM) dan knowledge workers yang membutuhkan stabilitas tinggi.
-
EliteBoard G1a: PC AI revolusioner berbentuk keyboard ringkas yang menyembunyikan tenaga komputasi 50 NPU TOPS di dalamnya.
Infrastruktur Keamanan Siber dan Otomatisasi Pencetakan
Menyadari bahwa transisi AI memunculkan celah keamanan baru, HP mempertebal lapis perlindungan perangkat komersialnya melalui integrasi HP Wolf Security. Pembaruan pada versi Wolf Pro Security kini mencakup teknologi Threat Containment untuk mengisolasi serangan ransomware dan manipulasi psikologis (phishing) langsung di tingkat endpoint.
Untuk memonitor kesehatan puluhan ribu perangkat karyawan, departemen TI dapat memanfaatkan platform HP Workforce Experience Platform (WXP) yang kini dilengkapi kemampuan pelaporan telemetri dan rekomendasi perbaikan masalah secara otomatis (remediasi AI).
Pada lini percetakan (printing), HP memperkenalkan tiga tingkatan printer LaserJet pintar—yakni seri Pro 4000 untuk UKM, serta Enterprise 5000 dan 6000 untuk perusahaan berskala masif. Ketiganya mengandalkan otomatisasi alur kerja dokumen yang diperkuat pengamanan ganda.
Inisiatif Sosial Digital dan Ketersediaan Produk
Lebih dari sekadar entitas komersial, HP juga menyoroti komitmen tanggung jawab sosial mereka di Indonesia. Di antaranya adalah kerja sama dengan Real Madrid Foundation untuk edukasi digital di Sumbawa (NTB), penyaluran hibah HP Digital Equity Accelerator kepada Solve Education Foundation dan Markoding, serta pelatihan guru melalui program HP IDEA.
Terkait ketersediaan komersial, pihak HP Indonesia menyatakan bahwa seluruh rincian harga eceran dan jadwal distribusi produk yang diumumkan pada ajang ini akan diinformasikan secara terpisah melalui saluran dan mitra ritel resmi mereka dalam waktu dekat.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.