Daftar 10 Provinsi Paling Digital di Indonesia Berdasarkan East Ventures Index 2026

2 mins read
June 25, 2026

Perusahaan modal ventura East Ventures bekerja sama dengan Katadata Insight Center secara resmi memublikasikan laporan tahunan East Ventures – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2026.

Mengusung tema penguatan pembangunan nasional, laporan ini menegaskan bahwa kesiapan teknologi tidak lagi cukup jika hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik.

Fokus transformasi digital di Indonesia kini harus diarahkan pada penciptaan dampak sosioekonomi yang terukur, seperti peningkatan produktivitas riil, penguatan ekosistem wirausaha, hingga pembukaan lapangan kerja berbasis teknologi.

Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, menyoroti bahwa pemerataan akses digital saat ini harus dimanfaatkan secara optimal.

“Keunggulan kompetitif Indonesia terletak pada kesediaan kita untuk mendorong efisiensi dalam pengumpulan data, membangun platform yang terintegrasi untuk memproses data tersebut, serta mendistribusikan informasi yang tepercaya. Hal ini akan mengubah infrastruktur digital menjadi dividen digital yang nyata bagi semua,” papar Willson.

Bagaimana Peta Daya Saing Digital Indonesia Saat Ini?

Berdasarkan riset yang melibatkan 38 provinsi dan 157 kota/kabupaten, tingkat kompetensi digital nasional menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif. Nilai rata-rata EV-DCI pada tahun 2026 menyentuh angka 42,2, naik signifikan dibandingkan skor 38,8 pada tahun sebelumnya.

Secara umum, 37 dari 38 provinsi berhasil memperbaiki nilai indeks mereka. Peningkatan paling impresif dicetak oleh Provinsi Papua Barat Daya yang berhasil melompat naik 15 peringkat, didorong oleh masifnya penetrasi sinyal 4G di wilayah pedesaan.

Meskipun demikian, ketimpangan (digital divide) antara wilayah dengan skor tertinggi dan terendah masih menjadi pekerjaan rumah. DKI Jakarta masih memimpin jauh dengan selisih hampir 60 poin dari provinsi di urutan terbawah.

Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan daya saing digital tertinggi di Indonesia tahun 2026:

Peringkat Nama Provinsi Analisis Tren
1 DKI Jakarta Mempertahankan posisi puncak selama enam tahun berturut-turut.
2 Jawa Barat Menjadi episentrum industri dan adopsi digital penyangga ibu kota lama.
3 Jawa Timur Menunjukkan tren positif pada pilar kewirausahaan digital.
4 Banten Terus memperkuat infrastruktur dan layanan publik digital.
5 DI Yogyakarta Ditopang oleh kuatnya pilar sumber daya manusia dan pendidikan.
6 Kalimantan Timur Terdorong oleh sentimen pembangunan pusat pemerintahan baru.
7 Bali Optimalisasi digitalisasi di sektor pariwisata dan UMKM.
8 Jawa Tengah Peningkatan literasi digital pada sektor industri menengah.
9 Kepulauan Riau Hub strategis yang kuat dalam konektivitas lintas batas.
10 Sulawesi Selatan Pemimpin daya saing digital di wilayah Indonesia Timur.

Evolusi Fase: Dari Sekadar Adopsi ke Penguasaan AI

Temuan krusial lain dari EV-DCI 2026 adalah pergeseran kebutuhan kompetensi pasar kerja. Ketika adopsi layanan digital dasar (seperti penggunaan internet atau e-commerce) sudah meluas, tantangan berikutnya adalah melahirkan talenta yang mampu memberikan nilai tambah.

Saat ini, pertumbuhan jumlah talenta digital tradisional mulai melandai. Di saat bersamaan, ledakan implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut spesifikasi keahlian yang sama sekali baru.

Permintaan industri kini bergeser dari sekadar literasi aplikasi dasar menuju kemampuan tingkat lanjut—khususnya bagaimana mengintegrasikan AI ke dalam alur produksi bisnis dan birokrasi layanan publik.

Jika Indonesia gagal menyediakan talenta siap-AI (AI-ready workforce), potensi ekonomi dari infrastruktur pusat data (data center) yang sedang masif dibangun berisiko tidak terserap optimal.

4 Strategi Kunci Memperkuat Daya Saing Digital Nasional

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut dan memaksimalkan potensi ekonomi digital, laporan ini merumuskan empat pilar prioritas yang harus segera dieksekusi oleh para pemangku kepentingan:

  • Peningkatan Kapabilitas Talenta AI: Mendorong program pelatihan dan upskilling yang berfokus pada penguasaan kecerdasan buatan agar angkatan kerja lokal tidak tertinggal oleh pesatnya standar global.

  • Akselerasi Digitalisasi UMKM: Memberikan pendampingan teknologi dan memfasilitasi akses pembiayaan alternatif menggunakan rekam jejak transaksi digital sebagai tolok ukur credit scoring.

  • Pemerataan Konektivitas: Terus menyuntikkan investasi infrastruktur guna menjamin kualitas dan keterjangkauan harga internet, terutama di luar Pulau Jawa.

  • Kolaborasi Tata Kelola Lintas Sektor: Menggabungkan kekuatan pemerintah, perusahaan teknologi, akademisi, dan komunitas untuk merumuskan kebijakan yang pro-inovasi dan aman secara regulasi data.

Pengukuran komprehensif ini dibangun di atas 50 indikator yang terbagi dalam tiga subindeks utama (Input, Output, Penunjang). Laporan lengkap mengenai peta jalan transformasi ini dapat diakses secara publik melalui platform resmi East Ventures.

Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

Previous Story

Sinergi Lintasarta dan OpenClaw: Membangun Ekosistem Agentic AI Berdaulat di Indonesia

Latest from Blog