Bagaimana BNI finance Membangun Sistem Inti Multifinance yang Tangguh Bersama Microsoft Azure?

2 mins read
May 13, 2026

Dalam industri multifinance yang memproses ribuan transaksi harian, stabilitas sistem dan kepatuhan regulasi adalah pilar utama yang menentukan kualitas layanan.

Menyadari krusialnya fondasi teknologi yang tangguh, PT BNI Multifinance (BNI finance) memigrasikan sistem intinya ke layanan Microsoft Azure.

Langkah strategis dari anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini bukan sekadar peningkatan performa TI, melainkan transformasi fundamental untuk memastikan keamanan data nasabah, meminimalkan latensi, dan mempersiapkan perusahaan menghadapi era inovasi berbasis data serta Kecerdasan Buatan (AI).

Mengapa Microsoft Azure Menjadi Pilihan BNI finance?

Sistem inti (core system) BNI finance, yang dikembangkan oleh PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns), merupakan tulang punggung operasional bagi 52 kantor cabang di seluruh Indonesia. Seiring dengan eskalasi volume transaksi, infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak.

Pemilihan Microsoft Azure dilandasi oleh beberapa faktor strategis, di antaranya:

  • Residensi Data: Kehadiran Indonesia Central Cloud Region memastikan data tetap berada di dalam negeri, sejalan dengan amanat regulasi sektor keuangan nasional (OJK).

  • Keamanan Tingkat Lanjut: Dukungan enkripsi mutakhir dan manajemen identitas melalui Microsoft Entraserta Microsoft Defender for Cloud.

  • Skalabilitas Maksimal: Pemanfaatan Azure Kubernetes Service (AKS) untuk memodernisasi aplikasi kritikal agar lebih lincah dalam menangani lonjakan transaksi.

“Migrasi ini bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang,” tegas Yudi Satriadi Thamrin, Kepala Divisi IT BNI finance.

Bagaimana Proses Migrasi Skala Besar Ini Dieksekusi?

Memindahkan ekosistem digital berskala raksasa yang menopang lebih dari 1.000 transaksi rata-rata per bulan bukanlah tugas yang mudah. BNI finance, berkolaborasi dengan PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) sebagai mitra teknologi, menerapkan pendekatan terstruktur dengan pemetaan Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO) yang presisi.

Metode yang digunakan mencakup redeployment aplikasi dan pemanfaatan Database Migration Service (DMS) serta Azure Migrate.

Data dan Angka Kesuksesan Migrasi BNI finance:

Indikator Kinerja Migrasi Hasil Eksekusi
Total Data yang Dipindahkan Lebih dari 200 Terabyte
Jumlah Layanan Terdampak >100 Aplikasi & Microservices
Durasi Waktu Migrasi Kurang dari 2 Bulan
Kehilangan Data (Data Loss) 0% (Zero Data Loss)
Ketersediaan Layanan (SLA) >99,5% (Operasional Berjalan Normal)

Kondisi Pasca-Migrasi bagi Operasional dan Keamanan

Setelah sistem resmi beroperasi (Go-Live) pada 1 Januari 2026, BNI finance mencatatkan peningkatan stabilitas sistem yang signifikan. Pengelolaan infrastruktur kini menjadi jauh lebih efisien berkat dashboard pemantauan terpusat dan kebijakan keamanan yang terotomatisasi.

Integrasi dengan Microsoft Purview memberikan visibilitas penuh terhadap tata kelola data. Lebih mengesankan lagi, tim TI kini mampu mendeteksi potensi ancaman siber 20% lebih cepat berkat deteksi otomatis berbasis Azure Policy.

Keberhasilan ini menjadikan BNI finance sebagai salah satu institusi yang mampu menjalankan workload mission-critical di cloud lokal. Ke depannya, infrastruktur modern ini akan menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas adopsi Machine Learning dalam hal penilaian kredit (credit scoring), evaluasi risiko, dan analisis prediktif.

Fiki Setiyono, Azure Go to Market Lead, Microsoft ASEAN, menyatakan, “Kolaborasi ini menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital bagi sektor jasa keuangan di Indonesia, dengan menghadirkan solusi cloud dan AI yang aman serta patuh pada kerangka regulasi nasional.”


Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan bahan dari rilis pers. Pengawasan dilakukan oleh editor.

Previous Story

Rangkuman SUSECON 2026: Inovasi Agen AI, Migrasi Virtualisasi, dan Kedaulatan Digital

Next Story

Apa Bedanya Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra vs S25 Ultra untuk Kebutuhan Konten Kreator

Latest from Blog

Don't Miss

Pemberdayaan Perempuan Era AI: Inisiatif Microsoft Indonesia untuk Kesetaraan Akses

Menyambut Hari Kartini di bulan April, Microsoft Indonesia menegaskan kembali

Sinergi BINAR dan Microsoft Latih 145.000 ASN Melek AI

Provinsi Banten resmi mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia