5 Langkah Strategis Orang Tua dalam Mendampingi Aktivitas Online Remaja

1 min read
February 14, 2026

Memperingati Safer Internet Day (Hari Internet Aman Sedunia), isu keamanan digital bagi remaja kembali menjadi sorotan utama.

Orang tua kini didorong untuk menerapkan pendekatan pengawasan yang suportif tanpa harus melanggar privasi anak secara berlebihan. Melalui kombinasi komunikasi terbuka dan pemanfaatan fitur keamanan bawaan aplikasi, orang tua dapat melindungi remaja dari risiko daring di tengah pesatnya perkembangan tren media sosial.

Strategi Komunikasi Efektif

Langkah awal dalam menjaga keamanan digital adalah membangun pola komunikasi dua arah yang hangat antara orang tua dan anak.

  • Pahami Minat Anak: Orang tua disarankan untuk berdiskusi mengenai hobi, komunitas, atau kreator konten yang disukai remaja. Pendekatan ini mendorong keterbukaan anak dalam menceritakan aktivitas daring mereka.

  • Diskusi Ekspektasi: Membahas topik krusial seperti tindakan saat menerima pesan dari orang asing dan penetapan waktu istirahat gawai (gadget). Hal ini bertujuan menyamakan persepsi dan membangun kepercayaan.

  • Adaptasi Sesuai Usia: Pola komunikasi harus berkembang seiring usia anak (misalnya perbedaan pendekatan usia 13 tahun dan 16 tahun). Orang tua dapat memanfaatkan materi dari Family Center Education Hub sebagai referensi panduan.

Fitur Teknis Perlindungan “Akun Remaja”

Secara teknis, platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Messenger telah menyediakan fitur perlindungan bawaan otomatis untuk akun pengguna di bawah usia 18 tahun, yang disebut Akun Remaja.

Fitur keamanan yang aktif secara otomatis meliputi:

  • Pembatasan Interaksi: Orang asing tidak dapat mengirim pesan, dan hanya teman yang dapat melakukan penandaan (tag).

  • Penyaringan Konten: Konten yang tidak sesuai usia akan tersaring otomatis.

  • Keamanan Visual: Gambar yang mencurigakan di pesan langsung (Direct Message) akan diburamkan (blur) secara otomatis.

  • Kontrol Izin: Bagi remaja di bawah usia 16 tahun, perubahan pengaturan keamanan ini memerlukan izin orang tua.

Manajemen Waktu Layar (Screen Time)

Untuk mengatasi isu durasi penggunaan gawai, tersedia fitur pengelolaan waktu yang terintegrasi:

Fitur Fungsi & Cara Kerja
Pengingat Istirahat Memberikan notifikasi kepada remaja untuk beristirahat setelah penggunaan media sosial selama 60 menit setiap harinya.
Mode Tidur Aktif otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Fitur ini mematikan suara notifikasi dan mengirimkan balasan otomatis.
Pengawasan Orang Tua Memungkinkan orang tua mengatur batas waktu harian atau memblokir akses pada jam tertentu (misalnya waktu mengerjakan PR, makan bersama, atau tidur).

Kombinasi antara peran aktif orang tua dan fitur teknologi ini diharapkan menciptakan lingkungan digital yang aman, di mana remaja dapat bereksplorasi dengan nyaman namun tetap dalam batasan yang terlindungi.


Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor. Gambar header: NanoBanana.

Previous Story

7 Kreator Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Panggung BIGO Bali Gala 2026

Next Story

iBox Resmi Hadirkan AppleCare+ di Indonesia, Ini Manfaat, Cakupan, dan Cara Membelinya

Latest from Blog

Don't Miss

Meta Ungkap Tren Digital dan Sosial 2026: Peluang Bisnis Dipimpin AI dan Cross-Border Commerce

Di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pengaruh tren digital dan

Meta AI Hadirkan Fitur Restyle untuk Instagram Stories: Kreativitas Tanpa Batas di Ujung Jari

Instagram menghadirkan inovasi terbaru melalui integrasi Meta AI untuk fitur