TikTok Kini Mayoritas Dimiliki Perusahaan Amerika: Akhir Krisis Legal & Kepemilikan Baru

2 mins read
January 24, 2026

TikTok, platform media sosial berbagi video yang populer di seluruh dunia, kini telah resmi berubah struktur kepemilikannya di Amerika Serikat (AS) demi menghindari ancaman larangan operasi penuh di negara tersebut. Perubahan ini merupakan hasil negosiasi panjang antara TikTok, pemerintah AS, dan sejumlah investor dari Amerika dan sekutu internasional.

Latar Belakang Kepemilikan dan Tekanan Regulasi

Selama bertahun-tahun, TikTok menghadapi tekanan regulasi di AS karena kekhawatiran tentang data pengguna dan pengaruh asing, khususnya karena induk perusahaan TikTok, ByteDance, berbasis di China. Kongres AS mengesahkan undang-undang pada 2024 yang mewajibkan platform seperti TikTok untuk mencari pemilik AS atau diblokir, mengingat dugaan risiko keamanan nasional.

Langkah ini memicu negosiasi panjang yang membatasi saham ByteDance di entitas AS baru sehingga tetap di bawah 20 %, sementara mayoritas saham diambil alih investor Amerika dan sekutu.

Terbentuknya Entitas Baru: TikTok USDS Joint Venture LLC

Pada 23 Januari 2026, TikTok mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mendirikan perusahaan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC telah diselesaikan. Perusahaan baru ini mayoritas dimiliki oleh investor Amerika dan internasional untuk memenuhi persyaratan hukum AS.

Struktur kepemilikan baru tersebut antara lain:

  • Oracle (AS) – salah satu investor utama yang juga akan memegang peran penting dalam pengelolaan data dan keamanan algoritma.
  • Silver Lake (AS) – firma investasi ekuitas swasta.
  • MGX (Abu Dhabi) – perusahaan investasi global yang juga menjadi bagian dari pemegang saham.
  • Investor lain seperti Dell Family Office turut serta dalam kepemilikan entitas baru.
    Sementara itu, ByteDance tetap memiliki 19,9 % saham dalam perusahaan baru tersebut, tetapi di bawah batas kepemilikan asing yang ditetapkan.

Tujuan dan Tanggung Jawab Entitas Baru

Menurut keterangan resmi, entitas baru ini bertanggung jawab untuk:

  • Mengamankan dan mengelola data pengguna AS dengan standar keamanan yang ketat.
  • Menjalankan kontrol algoritma rekomendasi yang akan ditransfer ke pemrosesan data berbasis AS.
  • Menjaga konten, moderasi dan aspek keamanan siber yang berkaitan dengan pengalaman pengguna di AS.
    Perubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa data AS bisa diakses oleh entitas asing atau pihak di luar kontrol AS.

Reaksi Pasar dan Dampak Bagi Pengguna

Langkah restrukturisasi ini disambut sebagai solusi yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di pasar terbesar kedua setelah China — sebuah pasar yang penting dengan puluhan juta pengguna aktif. Kesepakatan ini mengakhiri potensi pemblokiran penuh yang sempat menggantung selama bertahun-tahun.

Menurut media lokal Indonesia, dengan dibentuknya usaha patungan ini, lebih dari 200 juta pengguna TikTok di ASakan tetap dapat memakai platform tersebut tanpa gangguan. Perusahaan baru juga diharapkan menerapkan standar privasi data dan moderasi yang lebih transparan dan sesuai dengan aturan AS.

Pandangan dari Sisi WSJ tentang Kepemilikan Baru

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), kesepakatan ini juga menegaskan bahwa Oracle, Silver Lake, dan MGX akan masing-masing memegang persentase saham yang besar dalam perusahaan baru ini, sementara ByteDance tetap memiliki sebagian kecil. Hal ini menunjukkan perubahan nyata dalam komposisi kepemilikan TikTok di AS — dari kontrol asing penuh menjadi entitas yang dikuasai mayoritas oleh investor dari AS dan sekutu internasional.

Kesimpulan

Perubahan kepemilikan TikTok di AS menandai babak baru dalam hubungan antara teknologi global dan geopolitik:

  • TikTok tetap dapat beroperasi di AS setelah memenuhi persyaratan mayoritas kepemilikan oleh investor AS.
  • Struktur baru ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran data pribadi dan keamanan nasional.
  • Meski ByteDance masih memiliki saham minoritas, kendali atas data dan algoritma kini berada di bawah otoritas yang dapat diawasi lebih ketat di AS.

Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor. Artikel disusun dari berbagai sumber: WSJ, Guardian, Kumparan. Gamber header: Pexels.

Previous Story

Data Samsung Ungkap Tren 2025: Adopsi AI Melonjak, Fitur Visual dan Audio Eraser Makin Diminati

Latest from Blog

Don't Miss

Unduh Video TikTok Tanpa Watermark dengan ssstik.io

TikTok telah mengubah cara kita mengonsumsi konten digital. Dari video
Ini-Cara-Menggunakan-Teleprompter-Gratis-di-Edits

Fitur Teleprompter di CapCut Berbayar? Ini Cara Menggunakan Teleprompter Gratis di Edits

Selama bertahun-tahun, CapCut benar-benar sangat memanjakan para content creator. Mudah