Sekitar setahun lalu, Insta360 memperkenalkan webcam Link 2 dan Link 2C. Kini, Insta360 kembali menghadirkan versi yang lebih canggih melalui Insta360 Link 2 Pro dan Link 2C Pro. Peningkatan terbesarnya terletak pada penggunaan sensor gambar 1/1.3 inci, lebih besar dibandingkan sensor 1/2 inci yang digunakan pada model non-Pro.
Ukuran sensor yang jauh lebih besar ini membuat kedua webcam Pro menawarkan kualitas gambar yang lebih baik, terutama dalam kondisi cahaya minim. Insta360 juga menghadirkan fitur-fitur kelas profesional untuk kebutuhan streaming, meeting online, hingga pembuatan konten.
Insta360 Link 2 Pro

Insta360 Link 2 Pro menjadi model paling premium karena dibekali gimbal bawaan yang memungkinkan kamera mengikuti pergerakan pengguna secara otomatis di dalam ruangan. Fitur ini sangat ideal untuk presenter, pengajar online, atau kreator konten yang sering berpindah posisi saat berbicara.
Webcam ini juga dapat dipasangkan dengan Wave Speakerphone dari Insta360 untuk pengalaman konferensi video yang lebih optimal, baik dari sisi audio maupun kemudahan penggunaan.
Dari sisi optik, Link 2 Pro menggunakan lensa wide 84° dengan bukaan f/1.9, cukup luas untuk menampilkan pengguna beserta sebagian lingkungan sekitar. Melalui aplikasi Insta360, pengguna dapat menentukan Tracking Area, yaitu area khusus yang akan menjadi fokus pelacakan kamera. Dengan cara ini, sebagian ruangan bisa “disisihkan” sebagai area belakang layar atau backstage.
Selain itu, tersedia pula fitur Pause Tracking Area. Ketika pengguna berada di area ini, gimbal akan berhenti bergerak dan kamera tetap mengunci posisi, memberikan kontrol lebih fleksibel saat presentasi atau live streaming.
Sensor 1/1.3 Inci

Sensor gambar baru berukuran 1/1.3 inci ini memiliki area penangkap cahaya sekitar 2,23 kali lebih besar dibandingkan sensor pada Link 2 standar. Hasilnya, kualitas gambar menjadi lebih terang, detail lebih kaya, dan noise lebih terkendali, khususnya dalam kondisi pencahayaan ruangan .
Sensor ini juga mendukung Dual Native ISO dengan HDR, memungkinkan kamera menyesuaikan sensitivitas secara optimal untuk menghadapi kontras cahaya tinggi, seperti ruangan dengan jendela terang atau lampu latar yang kuat.
Insta360 menyebut sensor ini memiliki piksel 2.4µm, yang kemungkinan dicapai melalui teknologi pixel binning. Selain itu, tersedia 4x in-sensor zoom, sistem fokus otomatis PDAF, dan mode bokeh real-time untuk menghasilkan latar belakang blur layaknya memakai kamera dengan lensa prima.
Insta360 Link 2C Pro
Beralih ke Insta360 Link 2C Pro, yang menawarkan spesifikasi yang hampir serupa, tetapi tanpa gimbal. Sebagai gantinya, webcam ini mengandalkan in-sensor zoom cerdas untuk melakukan cropping dari lensa wide 84° (setara 24mm).
Teknologi cropping ini mampu menyesuaikan framing secara otomatis. Jika ada orang lain yang masuk ke dalam frame, kamera akan “zoom out” secara cerdas agar semua subjek tetap terlihat. Fitur ini sangat berguna untuk meeting kecil atau kolaborasi dadakan.
Khusus untuk Link 2C Pro, Insta360 juga menyematkan physical privacy shutter, penutup fisik pada lensa yang dapat ditutup saat kamera tidak digunakan, memberikan rasa aman ekstra bagi pengguna yang peduli privasi.
Resolusi Video, Audio, dan Fitur Tambahan
Kedua model mendukung perekaman video hingga 4K 30fps dan 1080p hingga 60fps. Namun perlu dicatat, mode bokeh hanya berfungsi hingga 1080p 30fps, sehingga pengguna perlu menyesuaikan pengaturan sesuai kebutuhan.
Untuk urusan audio, Insta360 membekali kedua webcam ini dengan dua mikrofon internal yang mendukung empat mode penangkapan suara, tergantung pada skenario penggunaan, seperti solo call, meeting grup, atau presentasi. Tersedia pula AI noise reduction untuk meredam suara bising di sekitar.
Sejalan dengan peningkatan spesifikasi dan fitur, harga keduanya juga lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
- Insta360 Link 2 Pro: US$250
- Insta360 Link 2C Pro: US$200
Dengan sensor yang jauh lebih besar, fitur AI yang semakin matang, serta opsi gimbal atau non-gimbal, Insta360 Link 2 Pro dan Link 2C Pro menegaskan posisinya sebagai webcam premium untuk profesional, kreator konten, dan pengguna yang menginginkan kualitas konferensi video yang lebih baik.
Sumber: GSMArena