Lenovo secara resmi merilis laporan edisi ke-4 Lenovo CIO Playbook 2026 – The Race for Enterprise AI. Berdasarkan riset kolaboratif bersama IDC, laporan ini mengungkapkan bahwa perusahaan di kawasan Asia Pasifik, khususnya ASEAN+, tengah mempercepat transisi dari sekadar uji coba menjadi penerapan AI yang nyata.
Data menunjukkan bahwa 96% organisasi di kawasan ASEAN+ (termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Hong Kong, dan Taiwan) berencana meningkatkan investasi AI mereka dalam 12 bulan ke depan, dengan rata-rata pertumbuhan belanja sebesar 15%.
Pergeseran Menuju AI Berbasis Hasil (Outcomes-Led AI)
Laporan tahun 2026 ini menyoroti kedisiplinan yang lebih ketat dari para CIO untuk memastikan investasi AI memberikan dampak berkelanjutan bagi bisnis.
-
Target ROI Tinggi: Sebanyak 88% organisasi di Asia Pasifik mengharapkan Return on Investment (ROI) positif pada 2026, dengan proyeksi rata-rata pengembalian 2,8x lipat dari nilai investasi.
-
Prioritas Bisnis: Fokus utama para CIO kini bergeser pada tiga hal: mendorong pertumbuhan pendapatan, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat pengalaman pelanggan.
Adopsi Meluas di Luar Sektor IT
Pemanfaatan AI tidak lagi terbatas pada departemen teknologi informasi. Sebanyak 67% organisasi di ASEAN+ telah mengadopsi AI secara sistematis di berbagai lini bisnis seperti layanan pelanggan, pemasaran, operasional, hingga keuangan.
-
Pendanaan Non-IT: Menariknya, setengah dari organisasi yang disurvei melaporkan bahwa departemen non-IT kini turut mendanai inisiatif AI, yang memperkuat peran CIO sebagai penggerak strategis lintas lini.
Munculnya Agentic AI dan Standar Hybrid AI
Dua tren arsitektur dan teknologi baru diprediksi akan mendominasi lanskap perusahaan di tahun 2026:
-
Agentic AI: Minat terhadap teknologi ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat. Sekitar 60% organisasi sedang menjajaki penerapan Agentic AI untuk menangani kompleksitas operasional, meski tantangan keamanan dan kualitas data masih menjadi hambatan utama.
-
Arsitektur Hybrid AI: Model ini telah menjadi standar industri, di mana 81% organisasi di ASEAN+ memilih menggabungkan sistem on-premise dan edge untuk menyeimbangkan performa, keamanan data, dan kepatuhan regulasi.
Budi Janto, President Director Lenovo Indonesia, menekankan bahwa fokus investasi saat ini adalah menanamkan AI ke lingkungan kerja yang sudah berjalan. “Integrasi AI ke perangkat dan infrastruktur yang ada menjadi prioritas utama untuk menghasilkan nilai bisnis dengan cepat,” ujarnya.
Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.